News Update :

Pertanian

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Persyaratan Tumbuh Tanaman Perkebunan Singkong

Tanaman Singkong (Manihot utilissima) dibeberapa negara sering dibudidayakan sebagai tanaman konsumsi, tanaman herbal atau tanaman peneduh sementara dari tanaman muda di perkebunan kakao, karet kopi, atau kelapa sawit. Walaupun kebanyakan ditanam sebagai tanaman tunggal mungkin selama beberapa tahun. Namun jika harga singkong tidak baik, petani mungkin akan beralih ke tanaman lain sampai singkong lagi menjadi tanaman yang lebih menguntungkan.
Tanaman singkong sebagai salah satu jenis tanaman herbal, relatif mudah ditanam dan tidak memerlukan banyak perawatan, yang menjadi masalah utama adalah pengendalian gulma yang dilakukan dua atau tiga kali sampai tanaman berkembang dengan baik. Tanaman singkong tanaman tropis yang khas, sebagai salah satu jenis tanaman herbal Indonesia, dengan batas-batas untuk budaya dapat dilakukan dari 30º lintang utara sampai 30º lintang selatan, namun tumbuh paling baik antara 20º lintang utara dan 20° lintang selatan.
Secara umum, tanaman memerlukan iklim lembab yang hangat. Suhu adalah penting, karena pertumbuhan semua akan berhenti pada sekitar 10º C. Biasanya tanaman singkong ditanam di daerah yang bebas es sepanjang tahun. Produksi tertinggi didapat pada penanaman di dataran rendah tropis, dengan ketinggian di bawah 150 m, di mana suhu rata-rata 25-27° C, tetapi beberapa varietas tumbuh pada ketinggian sampai dengan 1 500 m.
Tanaman singkong dapat berproduksi baik menghasilkan produk herbal pada daerah dengan curah hujan tinggi, tetapi dapat tumbuh di mana curah hujan tahunan adalah kurang dari 500 mm atau didataran tingg dengan ketinggian sampai 5.000 mm. Tanaman Singkong tahan terhadap kekeringan di mana sebagian besar tanaman pangan lainnya tidak dapat tumbuh atau mati.
Oleh karena itu tanaman singkong menjadi tanaman yang disenangi petani di daerah di mana curah hujan tahunan yang rendah atau dimana distribusi musiman tidak teratur. Sebagai tanaman tropis, singkong merupakan tanaman semusim dengan periode pencahayaan optimum adalah sekitar 12 jam, kurang dari itu akan berpengaruh yaitu menghambat penyimpanan pati.
Singkong salah satu jenis tanaman herbal tumbuh terbaik pada tanah liat berpasir ringan atau pada pasir lempung yang lembab, sampai tanah yang sangat subur, tetapi tidak baik pada tanah bertekstur dari pasir ke tanah liat dan pada kesuburan tanah yang relatif rendah. Dalam prakteknya, tanaman singkong tumbuh pada berbagai tanah, dengan tanah bertekstur gembur yang cukup untuk memungkinkan perkembangan umbi.
Pemupukan tanaman singkong tidak diperlukan ketika ditanam pada lahan baru pertama ditanami atau menggantikan lahan baru dari tanaman lain ketika hasil turun. Seperti tanaman lainnya tanaman singkong yang dengan cepat menghasilkan karbohidrat, singkong memiliki persyaratan gizi yang tinggi dan pembuangan zat hara tanah yang sangat cepat. Ketika singkong ditanam terus menurus pada lahan yang sama zat hara tanah tertentu akan berkurang, karena itu harus dikembalikan melalui pemupukan.
Hasil penelitian di beberapa Negara menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil akar dan umbi serta kadar pati dengan penerapan pupuk. Garam kalium mendukung pembentukan pati, dan nitrogen dan fosfor sangat penting untuk pertumbuhan. Namun, jika tanah mengandung sejumlah besar nitrogen, akan menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang cepat tanpa peningkatan produksi akar.
Para petani di beberapa Negara jarang menggunakan pupuk buatan, karena terlalu mahal bagi petani kecil. Sebagian besar petani menggunakan pupuk organik, baiak pupuk kandang atau kompos. Jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan tanaman singkong tergantung dari sifat tanah yang dipakai untuk budidaya.

Incoming search terms:

  • TANAMAN SINGKONG
  • syarat tumbuh tanaman singkong
  • syarat tumbuh tanaman
  • Perkebunan singkong
  • syarat tumbuh singkong
  • syarat tumbuh tanaman pangan
  • syarat tumbuh tanaman ubi karet
  • perawatan singkong
  • pupuk organik yang cocok untuk tanaman singkong
  • pupuk tanaman singkong

Rame-rame Menggaet Investasi Dalam Perikanan


Tak jarang otonomi daerah membawa konsekuensi yangkontraproduktif bagi investasi di daerah
Usaha peternakan, menjadi salah satu unggulan di Kabupaten Subang. Investasi dalam angka yang besar di breeding farm (pembibitan unggas), oleh pejabat setempat disebut sebagai yang pertama. “Peternakan paling duluan investasi di sini. Selanjutnya, terus dipertahankan tetap stabil dan kondusif”. Demikian keterangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat, Komir Bastaman
Masih menurut Komir, saat ini Pemda Subang tengah memroses permohonan perizinan investasi baru untuk usaha peternakan di wilayah itu. Tercatat, sebuah perusahaan asal Sumatera mengajukan izin usaha peternakan layer (ayam petelur) sistem closed house (kandang tertutup) di daerah Cipeundeuy. “Nilai investasi Rp 10 miliar,” imbuhnya. Selain itu, akan berdiri pula perusahaan feedlot (penggemukkan sapi potong) di daerah Kedawung dengan rencana awal populasi 1.000 ekor.
Sikap akomodatif terhadap investasi diwujudkan Pemkab Subang dengan proses perizinan satu atap sejak 5 tahun lalu, sehingga tidak berbelit – belit.Meski demikian, kata Komir, untuk selanjutnya pihaknya akan lebih selektif dan teliti dalam mengeluarkan izin. Alasannya, menghindari terjadi tumpang tindih dan saling ganggu antara usaha satu dengan yang lainnya. Pertimbangan lain, untuk mengerem laju alih fungsi lahan pertanian ke industri.
Demikian juga dengan Kabupaten Bogor. Kabupaten di selatan ibukota Jakarta ini gencar menjajakan wilayahnya untuk dikembangkan para investor, termasuk investasi usaha peternakan dan perikanan. “Kami punya pola pengembangan kawasan dengan 8 zonasi untuk sektor peternakan dan perikanan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, Soetrisno.
Wilayah yang memungkinkan untuk pengembangan peternakan dan perikanan, kata Soetrisno, adalah Jasinga, Tenjo, Parung Panjang, dan Rumpin bagian barat. Juga Bogor Timur seperti Suka Makmur, Cariu, dan Tanjung Sari.
Soetrisno mengklaim, Kabupaten Bogor memiliki keunggulan untuk investasi karena proses perizinannya mudah dan cepat, di bawah satu pintu. “Selain itu Bogor dekat dengan Jakarta, sebagai pasar utama. Berapapun hasil produksi peternakan dan perikanan dari Bogor akan terserap Jakarta,” ujarnya setengah promosi.
Perlu Ketegasan
Dimintai pendapatnya, Ketua Umum GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas), Krissantono mengatakan, otonomi daerah membawa konsekuensi. Tak jarang konsekuensi itu kontraproduktif bagi investasi di daerah. Semestinya, penyerahan kewenangan ke daerah tidak diartikan kuasa sepenuhnya. ”Faktanya, tetap diperlukan kendali dari pemerintah pusat untuk mengatur instansi di daerah.Otoritas lintas kementerian seharusnya bisa digunakan,” komentar dia.
Krissantono meminta pemerintah konsisten memberi kesempatan usaha perunggasan berkembang di daerah. Tujuannya, pangan hewani yang relatif murah ini semakin mudah ditemui oleh masyarakat, dan konsumsi daging ayam-telur terdongkrak. ”Beri iklim usaha yang kondusif di daerah,” ujarnya. Masuknya industri ke suatu wilayah akan berdampak memajukan ekonomi masyarakat setempat. Kalau industri hengkang, daerah juga yang rugi.
Krissantono menyoroti soal kompartementalisasi. Prinsip kompartemen menyebutkan, berdasarkan tata ruang ideal, kawasan yang ditetapkan untuk breeding farm tidak diperbolehkan adanya peternakan lain. ”Nahini sering nggak konsisten!” ia setengah menggerutu.
Sementara itu, infrastruktur seperti jalan dan listrik ditunjuk Achmad Dawami–Ketua Umum Arphuin (Asosiasi RumahPotong Hewan Unggas Indonesia)—sebagai tuntutan krusialuntuk berkembangnya investasi di daerah. Tak terkecuali bagi pengembanganRPHU (Rumah potong hewan unggas).
Menurut Dawami, pengembangan RPHU dibutuhkan oleh daerah. Dengan berkembangnya RPHU, karkas yang beredar setempat berkualitas baik dan halalkarena berasal dari ayam yang dipotong di tempat resmi dan dikontrol. “Pedagang pasar tradisional tidak perlu beliayam hidup dan memotong,tapi mengambil karkas dari rumah potongsehingga pasar jadi bersih,”saran Dawami. Ditambahkannya, RPHU di daerah tidak harus besar.“Asalkan layak dan sesuai kebutuhan daerah,”imbuh Dawami.

Cara Menghitung Debit Air

Salah satu kegiatan yang paling sering (rutin) terjadi di dalam dunia budidaya perikanan adalah penggantian (pembuangan dan pengisian) air.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat salah satu cara untuk menjaga kualitas air agar selalu stabil adalah dengan cara mengganti sebagian air lama dengan air baru yang lebih kaya akan oksigen.

Untuk memperoleh estimasi mengenai berapa kemampuan sumber air kita dalam menghasilkan air, kita harus menghitung debit airnya.

Hal ini penting untuk diketahui agar selama masa pemeliharaan kita dapat mengatur jadwal penggantian air sebuah kolam dalam suatu waktu.

Peralatan yang disiapkan :
  1. Ember plastik dengan kapasitas 10 liter.
  2. Stopwatch.
  3. Satu lembar kertas.
  4. Satu buah pulpen.
  5. Satu buah kalkulator.
Tindakan yang dilakukan :
  1. Isi ember dengan air hingga penuh. Bersamaan dengan itu, catat dan hitung berapa waktu yang dibutuhkan oleh air untuk mengisi ember hingga penuh.
  2. Lakukan beberapa kali untuk memperoleh hasil waktu rata - rata.
  3. Bagi jumlah air dengan waktu rata – rata untuk mengetahui berapa debit airnya.
Contoh :

Sebuah ember plastik berkapasitas 10 liter telah diisi dengan air hingga penuh. Pengisian dilakukan sebanyak 3 kali dengan masing – masing waktu yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut adalah 40 detik, 37 detik dan 35 detik.

Berapakah waktu rata – rata yang diperlukan untuk mengisi penuh sebuah ember berkapasitas 10 liter dan berapakah nilai debit airnya ?

Jawaban :

Pengisian pertama : 40 detik.
Pengisian kedua : 37 detik.
Pengisian ketiga : 35 detik.
Total waktu : 40 + 37 + 35 = 112 detik.

Waktu rata – rata : Total waktu / frekwensi pengisian : 112 / 3 = 37,3 detik.
Debit air : Jumlah air / waktu rata - rata : 10 liter / 37,3 = 0,27 liter / detik.
(sumber gambar : misterfreak.wordpress.com)

Tentara Ikut Peduli Soal Ketahanan Pangan Nasional

Apa hubungan militer dengan ketahanan pangan? Secara langsung memang tidak ada. Namun, seseorang bisa membela negerinya jika perutnya terisi. Karena itu, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat merasa perlu untuk terlibat dalam urusan ketahanan pangan itu.
Dan, TNI AD menggandeng Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk mendorong swasembada pangan sebagai bagian dari strategi membangun ketahanan nasional. Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI George Toisutta di Jakarta hari Jumat (8/4) menjelaskan, TNI AD bersinergi dengan HKTI untuk mendampingi petani serta memanfaatkan lahan milik TNI AD yang belum dimanfaatkan.
”Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional dan menjalankan fungsi pembinaan teritorial. Prajurit akan diberi pelatihan pertanian dan peternakan oleh HKTI. Pada gilirannya, mereka akan membantu masyarakat,” ujar Toisutta.
Dia mengatakan, Indonesia kaya potensi pertanian dan kelautan, tetapi tidak dikelola dengan baik. Bahkan, bidang pertanian tidak dianggap sebagai pekerjaan bergengsi. Jumlah personel TNI AD yang lebih dari 300.000 orang dapat menjadi potensi strategis membangun ketahanan pangan.
Ketua Umum HKTI Oesman Sapta Odang menjelaskan, Indonesia masih mengimpor bahan pangan pertanian, hasil laut, dan produk olahan sebesar Rp 110 triliun per tahun. ”Bahan pangan seperti kedelai, susu, dan buah masih diimpor dalam jumlah besar. Kalau sepertiga dana impor itu digunakan untuk membangun pertanian, perkebunan, dan perikanan, kita dapat menciptakan kemandirian pangan dalam waktu lima tahun,” ujar Oesman Sapta.
Oesman Sapta menerangkan, kerja sama HKTI dan TNI AD sudah dijalankan di sejumlah wilayah. Membangun swasembada pangan adalah tugas penting di masa damai bagi HKTI dan TNI. Apalagi, 70 persen masyarakat Indonesia masih hidup di sektor pertanian. Toisutta pun mendukungnya.

Sumber: Kompas
Oesman Sapta menerangkan, kerja sama HKTI dan TNI AD sudah dijalankan di sejumlah wilayah. Membangun swasembada pangan adalah tugas penting di masa damai bagi HKTI dan TNI. Apalagi, 70 persen masyarakat Indonesia masih hidup di sektor pertanian. Toisutta pun mendukungnya.

Menanam JJagung Yang Baik

MEMILIH BENIH
Benih bermutu merupakan syarat utama untuk mendapatkan panen yang maksimal. Disebut benih bermutu; jenisnya murni, bernas, kering, sehat, bebas penyakit dan campuran biji rumput yang tidak dikehendaki. Kriteria ini biasanya menghasilkan tanaman sehat, kekar, kokoh dan pertumbuhan yang seragam.

PEMILIHAN LAHAN LAHAN YANG BAIK
Lahan yang baik adalah lahan yang kering, berpengairan cukup, lahan tadah hujan, lahan gambut yang telah diperbaiki atau lahan basah bekas menanam padi. Agar tumbuh dan berproduksi dengan baik Jagung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh selama 8 jam.


KADAR pH
Meskipun idealnya memerlukan pH 6,8 tetapi jagung bisa toleran terhadap lahan tanaman pH 5,5 – 7.0. Apabila ada tanah yang pH nya terlalu rendah bisa dinaikkan dengan menaburkan kapur. Kemudian agar lebih efisien, aplikasinya bisa dilakukan bersama dengan pengolahan lahan. Setelah penaburan, lahan dicangkul dan disiram agar kapur bisa tercampur secara merata. Kebutuhan kapur sangat bergantung pada nilai pH awal lahan. Sebagai patokan, untuk satu hektar lahan yang memiliki pH 5,0 dibutuhkan kapur antara 2 sampai 4 ton. Apabila pH lahan terlalu tinggi atau basa, maka dapat diturunkan dengan menaburkan belerang. Namun hal ini dilakukan jika nilai pH lahan memang sangat tinggi yakni 8,0 atau 9,0

PENGOLAHAN LAHAN PEMBERSIHAN GULMA
Sebelum jagung ditanam, lahan perlu dibersihkan dari gulma dan tanaman liar. Gulma seperti alang alang, rumput teki, semak dan pohon perdu disiangi sampai ke akar akarnya. Gulma itu dibakar, abunya ditaburkan ke lahan sebagai kompos untuk kesuburan tanah. Gulma jangan dikubur, karena dikawatirkan akan munculnya hama seperti rayap dan semut. Selain itu, alang alang dan rumput teki bisa tumbuh kembali apabila hanya dikubur di dalam tanah. Selain gulma, pohon pohon besar yang tumbuh di sekitar lahan dan berpotensi menghalangi masuknya sinar matahari; untuk jagung melakukan proses fotosintesis, juga perlu ditebang.

PENCANGKULAN
Pencangkulan dilakukan dengan memindahlkan tanah bagian bawah sedalam 15 s/d 20 cm ke atas permukaan lahan. Selain untuk menyeimbangkan ketersediaan unsur hara antara bagian bawah dan bagian atas lahan, pencangkulan juga dimaksudkan membuat tanah lebih remah dan gembur. Untuk lahan yang memiliki jenis tanah gembur atau bekas tanaman semusim, pencangkulan cukup dilakukan sekali saja. Sementara itu untuk lahan yang memiliki tanah berat, pencangkulan perlu dilakukan dua kali lalu digaru. Jika lahan yang digarap terlalu luas, pencangkulan bisa diganti dengan bajak agar pengerjaannya bisa lebih cepat.

PEMBUATAN BEDENGAN
Pembuatan bedengan untuk lokasi penanaman benih banyak dilakukan di dataran rendah pada lahan kering, lahan bekas sawah, atau lahan tadah hujan. Bedengan dibuat selebar 70 s/d 100 cm, dengan ketinggian antara 10 s/d 20 cm. Sedangkan untuk panjangnya disesuaikan dengan kondisi, kontur, lahan. Di daerah kering tinggi bedengan sebaiknya dibuat agak rendah untuk memudahkan penyiraman karena jika terlalu tinggi membutuhkan banyak air saat penyiraman. Di antara bedengan dibuat parit selebar 20 s/d 30 cm yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya air di bedengan agar akar jagung tidak tergenang.

PEMUPUKAN
Pemupukan dimaksudkan meningkatkan kandungan unsur hara di lahan tanam. Waktu pemberian pupuk RI1, yang paling efektif selain bersama dengan saat pencangkulan atau pembajakan bisa juga diberikan saat akan membuat lubang tanam. Dengan cara begitu, pupuk RI1 yang diberikan akan tercampur merata dengan lahan tanam. Sebagai pedoman untuk lahan 1 hektar diperlukan 12 – 15 liter pupuk RI 1.

PENANAMAN PEMBUATAN LUBANG TANAM
Lubang tanam dibuat sedalam antara 2 s/d 5 cm menggunakan tugal, yakni alat terbuat dari kayu bulat panjang ujungnya runcing. Jarak lubang adalah 20 x 20 cm atau 20 x 40 cm. Agar barisan lubang tanam yang dibuat menjadi teratur, bisa digunakan alat bantu berupa tali yang dibentangkan sepanjang bedengan. Sementara itu, untuk benih yang ditanam di parit bedengan, diperlukan jarak antar lubang sepanjang 20 cm.

PENANAMAN BENIH
Untuk menghindarkan hama dan jamur serta untuk merangsang pertumbuhan dengan kualitas yang baik, sebelum ditanam benih direndam terlebih dahulu ke dalam air yang sudah dicampur pupuk RI1 selama 30 menit. Sesudah direndam perlu ditiriskan, tetapi tidak perlu diberi fungisida. Penanaman benih dilakukan pada pagi atau sore, saat matahari tidak begitu terik. Setelah benih masuk ke lubang, maka lubang itu harus ditutuip lagi dengan tanah secara ringan; tidak perlu dipadat padatkan. Waktu terbaik menanam benih adalah waktu akhir musim hujan agar saat masa pertumbuhan hingga memasuki masa mengeluarkan buah, tanaman masih mendapatkan pasokan air dan diharapkan saat panen tiba, musim kemarau telah datang sehingga memudahkan proses pengeringan. Mengingat dewasa ini kondisi dan situasi musim di Indonesia selalu berubah, untuk memastikan jadwal yang tepat, seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas pertanian setempat.

PERAWATAN
PENYULAMAN BENIH
Satu minggu setelah tanam benih akan tumbuh dan muncul tanaman muda. Saat itu pengecekan harus dilakukan. Jika ada benih yang tidak tumbuh, mati, atau tanaman muda terserang penyakit, segera lakukan penyulaman yakni melakukan penanaman benih kembali yang proses dan tata caranya sama dengan penanaman benih sebelumnya. Penyulaman ini dimaksudkan agar tanaman tumbuh seragam, baik umur maupun sosoknya. Karena itu penyulaman tidak bisa dilakukan setelah tanaman berumur di atas 25 hari, dikarenakan pada usia itu sistem perakaran tanaman sudah tumbuh kuat sehingga benih sulaman tidak mampu bersaing memperebutkan unsur hara.
PENYIANGAN GULMA
Penyiangan dilakukan dua kali; pada saat tanaman berumur 14 hari dan 40 hari setelah tanam. Untuk gulma seperti rumput atau perdu lain, penyiangan dilakukan manual dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman gulma sampai ke akar akarnya. Setelah itu gulma dikumpulkan dan dibakar sampai habis! Bersama penyiangan gulma yang kedua dilakukan juga pembubunan, yakni menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah dengan menggunakan tanah yang diambil di antara tanaman. Dengan menggunakan cangkul, tanah dipindahkan ke barisan jagung yang ada di kanan dan kiri hingga tercipta parit baru barisan tanaman. Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman semakin mencengkeram tanah sehingga tanaman tidak akan roboh saat diterpa angin.

PUPUK LANJUTAN
Pada usia 15 s/d 30 hari setelah tanam atau setelah penyiangan pertama, tanaman perlu diberi pupuk lanjutan. Dengan tetap menggunakan RI1, pemberian pupuk ini dilanjutkan kembali setelah berusia 40 hari.
PENGAIRAN
Pengariran dilakukan dengan sistem leb; mengalirkan air ke dalam parit hingga meresap ke seluruh bagian bedengan. Cara ini lebih efisien dibanding penyiraman manual yang tentu memakan banyak waktu dan tenaga. Agar akar tanaman tetap mudah bernafas, usahakan saat melakukan pengairan air tidak sampai menggenangi bedengan. Untuk lahan yang tergolong kering atau saat tanaman mulai mengeluarkan buah, pengairan harus dilakukan dengan teratur dan terjadwal. Lahan yang terlalu kering atau kekurangan air saat proses pembuahan akan mengakibatkan tongkol tumbuh kecil sehingga mengurangi jumlah produksi pada saat panen.
MASA PANEN
Umur panen tergantung dari varietasnya. Tetapi ada beberapa ciri khusus, salah satunya adalah ketika daun jagung, kelobot, sudah berwarna putih kecoklatan dan tidak meninggalkan bekas apabila bijinya ditekan menggunakan kuku. Sebelum dipanen, daun jagung dikupas dan dipangkas bagian atasnya sehingga yang tersisa di pohon adalah buah jagung yang terkupas tetapi masih tersisa daunnya. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan jagung. Setelah beberapa hari di pohon dan bijinya tampak mengering, barulah dilakukan pemetikan dengan mengambil waktu pada siang hari, ketika cuaca terik, agar kadar air dalam biji tidak bertambah. Ingat, kadar air yang tinggi menyebabkan buah jagung mudah terserang penyakit. Pemetikan jagung bisa dilakukan dengan memetik buahnya saja, tongkolan, atau sekaligus dengan daun keringnya. Jika jagung yang dipanen buahnya saja akan lebih mudah diangkut menggunakan keranjang atau karung, maka jagung yang dipanen dengan daunnya akan memudahkan pengangkutan bila menggunakan pikulan. Setelah jagung dipanen, selanjutnya perlu dilakukan penjemuran, pemipilan; memisahkan biji jagung dari tongkolnya, dan penyimpanan.
HAMA DAN PENYAKIT
PENANGGULANGAN HAMA
Penggerek Batang
Serangga ini meletakkan telurnya pada daun, dan setelah menetas larvanya akan memakan batang jagung. Gejala ini bisa dilihat ketika muncul lubang pada batang jagung. Selain itu, Penggerek Batang juga menyerang rambut dan pucuk tongkol buah jagung. Jika dibiarkan hama ini bisa menyebabkan berkurangnya produksi bahkan gagal panen. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menanam jagung secara serempak, melakukan rotasi, dan memusnahkan tanaman yang terserang.
Lalat
Hama lalat berwarna abu abu, meletakkan telurnya berwarna putih di bawah permukaan daun. Setelah beberapa hari menetas larva memakan daun, pangkal daun dan pangkal batang serta menyebabkan munculnya lubang lubang di seluruh bagian tanaman. Jika seranggannya hebat, batang bisa patah karena pangkalnya habis dimakan. Pencegahannya antara lain dengan melakukan penanaman serentak, memilih varietas yang tahan serangan hama, memasang mulsa jerami di atas bedengan dan selalu menjaga kebersihan dari gulma.
Ulat Tongkol
Ulat tongkol meletakkan telurnya yang berwarna putih di daun dan rambut tongkol. Setelah menetas telur akanberubah menjadi larva berwarna kuning berkepala hitam. Larva inilah yang akan menyerang tongkol buah, dan menyebabkan kebusukan. Pencegahan hama ini dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan satu per satu.
Ulat Tanah
Ulat tanah ini menyerang bagian bagian vital seperti batang dan buah. Hama ini menyerang pada malam hari dan dan bersembunyi di dalam tanah pada siang hari. Ulat tanah biasa menyerang tanaman yang masih muda, membuat batang tanaman akan patah dan mati. Pencegahannya dengan menggunakan metode olah tanah.
Kumbang Penggerek Biji
Kumbang ini menyerang buah sejak saat panen sampai masuk ke dalam gudang. Biji buah menjadi keropos karena bagian dalamnya habis digerogoti, dan kerugiannya bisa mencapai 70%.
Kumbang Bubuk
Kumbang ini hampir seperti Kumbang Penggerek Biji, juga menyerang buah jagung. Gejala yang ditimbulkan adalah munculnya lubang lubang pada biji jagung yang lama kelamaan biji jagung akan hancur menjadi bubuk. Hama ini menyerang biji yang kurang kering dan biasanya terjadi pada saat cuaca lembab, dan kerusakan yang terjadi bisa mencapai 10%.
Kutu Daun
Kutu daun menyerang dengan cara menghisap cairan makanan yang ada di daun. Tanaman akan kekurangan cairan dan daun berubah warna menjadi kuning, mengering, akhirnya mati. Pencegahan dilakukan dengan merotasi tanaman untuk memutus siklus kehidupannya.
Ulat Grayak
Dalam skala besar ulat grayak akan menghabiskan seluruh daun dan hanya menyisakan tulang daun. Pencegahannya dengan melakukan rotasi tanaman dan untuk menekan perkembangannya perlu menjaga kebersihan lahan.
Monyet dan Babi
Serangan kedua hama ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Dalam waktu semalam monyet dan babi bisa menghabiskan dan merusak tanaman seluas seperempat
hektar. Untuk mengatasi hama ini bisa digunakan jerat dan kincir bambu yang bersuara keras.
PENANGGULANGAN PENYAKIT
Busuk Kelobot
Penyakit busuk kelobot, daun jagung, disebabkan oleh jamur dengan gejala munculnya bintik bintik bulat warna hitam kebiruan di kelobot. Buah akan membusuk, akhirnya mati. Pencegahannya selain berdekatan dengan pohon pisang; karena sama sama merupakan inang jamur, bibit harus direndam dengan RI1.
Bercak Daun
Penyakit ini juga disebabkan oleh jamur, menyerang daun, pelepah, dan tongkol buah. Gejalanya muncul bercak bercak berwarna coklat dan kuning di daun, pelepah, dan tongkol buah. Penyakit ini menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis sehingga mengganggu produktivitas. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan serangan penyakit ini. Pengendaliannya dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang agar tidak menular ke tanaman lain.

Busuk Tongkol
Pada awalnya jamur menyerang daun kemudian merembet ke buah, dengan gejalanya memunculkan bercak bercak berwarna merah muda atau coklat gelap di kelobot buah. Akibatnya tongkol buah akan membusuk dan menyebabkan gagal panen. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan terhadap hama ini dan membersihkan gulma yang berpotensi menjadi inang jamur.
Busuk Kerdil
Penyakit kerdil disebabkan oleh virus yang pada awalnya memunculkan bercak bercak kuning muda dan memenuhi seluruh permukaan daun. Tanaman tidak bisa melakukan proses fotosintesis sehingga kekurangan makanan dan menjadi cacat atau kerdil. Pencegahan terbaik dengan melakukan penanaman varietas yang tahan terhadap penyakit ini dan melakukan rotasi tanaman untuk memutuskan siklus kehidupan virus. Tanaman yang terserang harus dimusnahkan agar tidak menjadi inang dan menulari tanaman lain yang masih sehat.
Hawar/Blight
Penyakit Hawar disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang daun bagian bawah tanaman muda yang akan berbunga, dengan gejala awal munculnya bercak bercak pada daun berbentuk huruf V. Akibatnya pertumbuhan terhambat dan produktivitasnya menurun, daun mengering lalu mati. Pencegahannya selain menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini, juga harus membersihkan gulma di sekitar lahan terutama inang sejenis bawang. Sedangkan pengendaliannya dengan cara memeusnahkan tanaman yang terserang.
Bulai/Downy Mildew
Penyakit ini disebabkan jamur, dan bagian yang diserang adalah daun terutama pada tanaman muda berumur di bawah 40 hari. Daun berubah warna menjadi kuning keputih putihan dan di bagian bawahnya muncul semacam serbuk berwarna putih berbentuk seperti tepung. Serangan jamur ini akan meningkat pada suhu udara tinggi. Akibatnya tanaman rusak dan tidak bisa menghasilkan tongkol jagung yang sempurna. Jika serangan hebat tanaman mati. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan merendam benih dengan RI1 sebelum ditanam. Pengendaliannya dilakukan dengan cara membakar tanaman yang diserang.
Busuk Batang
Penyakit busuk batang disebabkan oleh bakteri yang gejala awalnya batang abgian bawah berubah warna menjadi kecoklatan kemudian membusuk, mati, dan patah secara tiba tiba. Dari titik patahan tercium bau busuk yang menyengat. Pencegahannya dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan lahan agar tidak menular ke tanaman yang masih sehat.
Karat Daun
Penyakit Karat Daun disebabkan oleh jamur dengan gejala awal muncul bercak bercak merah dan keluar serbuk seperti tepung berwarna coklat kekuning kuningan. Akibatnya tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis fengan sempurna sehingga pertumbuhannya lambat, bahkan bisa mati. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini.
Catatan :
Dari semua jenis hama diatas ketika tanaman kita diserang hama, dapat dilakukan langkah - langkah sebagai berikut :
Aplikasikan Nutrisi RI1 Organik dicampur dengan rendama daun tembakau dan extrak daun sirsak, extrak daun intaran, extrak daun suren kemudian semprot kan pada tanaman dan tanaman yang terserang hama secara merata.

Teknik Budidaya Padi dengan SRI

Teknik ini sebenarnya sudah lama dikembangkan dan di Indonesia mulai mengadopsi Teknik Tanam Padi Pola SRI dimulai di Jawa Barat. Pola Tanam SRI sudah banyak terbukti dapat meningkatkan hasil produksi padi serta tidak membutuhkan banyak air seperti yang kebanyakan dilakukan petani saat ini dengan pola tanam konvensional.

Kalau Pola ini sudah ada sejak lama lalu kemana perginya "SRI" selama ini ?

Perkebunan

 

© Copyright Jurnal Pertanian 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.